Ponaryo: Pembinaan Suporter Harus Tepat Sasaran

Kasus kematian di antara anggota The Jakmania, Haringga Sirila dampak pengeroyokan dari semua Pendukung Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api tempo kemudian membuat tidak sedikit pihak yang berkomentar. Isu pembenahan suporter menjadi di antara tajuk yang utama.

Ponaryo Astaman selaku General Manager Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia melafalkan bahwa pembenahan suporter mesti tepat sasaran. Pasalnya sekitar ini isu itu masih belum efektif dalam mengatasi permasalahan kekerasan di dunia sepak bola.

“Perlu regulasi yang kongkrit soal pembinaan. Butuh terdapat bukti yang kongkrit seperti perlu kenyamanan suporter dari tiket dan fasiltas yang terdapat di stadion. Fasilitas ini juga dapat dibilang pembinaan,” kata Ponaryo saat didatangi prediksi liga indonesia di wilayah Kebon Sirih Jakarta Pusat, Selasa (18/11/2018).

Ignatius Indro dari Paguyuban Suporter Timnas Indonesia memberi data bahwa terdapat 11 suporter di Indonesia yang meninggal semenjak 2017 lalu. Ia pun menuliskan bahwa sekitar ini suporter di tanah air melulu menjadi sapi perah belaka.

Sementara tersebut Arista Budiyono dari Info Suporter melafalkan bahwa kampanye di sosial media jadi di antara kunci urgen untuk meminimalisir kekerasan di sepak bola. “Kami mengkampanyekan tagar #PenakSeduluran dan tersebut sudah terdapat bukti kongkrit antara perdamaian antara suporter Sleman dan Solo.”

Kasus kematian Haringga Sirila tersebut pun hanya selesai hukuman dari Komisi Disiplin untuk Persib. Hukuman larangan satu tahun bermain tanpa pemirsa serta sanksi tegas untuk Panitia Penyelenggara Pertandingan Persib pun diberikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *