Jalan Panjang Inggris Mengakhiri Kutukan Adu Penalti

Inggris memastikan diri lolos ke perempat final Piala Dunia 2018. Kepastian tersebut didapat selesainya The Three Lions mengalahkan Kolombia melalui babak adu penalti dengan skor 4-tiga (1-1), pada pertandingan 16 besar yang berlangsung di Spartak Stadium, Rabu (4/7) dini hari WIB. Kemenangan ini terasa manis bagi Inggris lantaran mereka akhirnya mampu menuntaskan penantian selama 12 tahun lamanya buat mencapai perempat final Piala Dunia. Kali terakhir Inggris lolos ke babak delapan besar terjadi di Piala Dunia 2006, usai mengalahkan Ekuador 1-0 di babak 16 besar . Setelah itu dalam dua edisi Piala Dunia selanjutnya (2010 dan 2014), Inggris selalu kepayahan dalam upayanya mencapai perempat final. Satu hal lain yg tidak kalah spesial menurut kemenangan Inggris atas Kolombia adalah keberhasilan tim asuhan Gareth Southgate buat mengusir kutukan adu penalti pada turnamen besar sekelas Piala Dunia hingga Piala Eropa. Dalam dua ajang tersebut, Inggris tak punya rekor cantik saat pertandingan berlanjut ke babak adu penalti. Setidaknya dari tahun 1990, Inggris sudah 5 kali tersingkir pada Piala Dunia juga Piala Eropa lantaran adu penalti.

Rekor jelek Inggris di adu penalti, lalu sebagai topik yg hangat dibicarakan saat The Three Lions telah memastikan diri lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2018. Tepatnya selesainya Inggris melakoni pertandingan terakhir Grup G melawan Belgia, Southgate eksklusif dicecar pertanyaan oleh awak media tentang kesiapan Inggris jika menghadapi adu penalti pada fase gugur. Southgate menjawab pertanyaan tersebut menggunakan penuh percaya diri. Pelatih Inggris itu optimis anak asuhnya bisa menuntaskan tradisi tidak baik kala menghadapi adu penalti. Southgate pun meyakini bahwa Jordan Henderson dkk nir akan terbebani menggunakan kutukan itu. Wajar apabila Southgate begitu percaya diri bisa menyelesaikan kutukan adu penalti. Sebab sejak jauh-jauh hari sebelum Piala Dunia 2018 digelar, Southgate membuahkan hukuman penalti sebagai hidangan latihan spesifik. Tak sampai pada situ, Inggris pula sengaja mendatangkan tim video analisis buat memeriksa pola tembakan penalti lawan.

Memantapkan persiapan menghadapi pertandingan yg berlanjut ke babak adu penalti, Inggris pun menyewa Dr Pippa Grange, seorang psikolog yang bertugas memberi motivasi kepada para pemain supaya mampu menghadapi tekanan pada pertandingan. Selain itu dikutip Agen Casino Bonus Besar, Dr Pippa juga bertugas menaruh daftar pemain yang secara psikologis siap buat mengeksekusi penalti kepada Southgate. Biar bagaimana, dalam laga yang dipengaruhi melalui adu penalti, mental menjadi keliru satu hal penting yang sanggup menentukan keberhasilan. Persiapan spesifik Inggris dalam menghadapi babak adu penalti langsung diuji pada 16 akbar menghadapi Kolombia. Dalam pertandingan tadi, The Three Lions sejatinya mampu menang atas Los Cafeteros tanpa harus melewati babak adu penalti. Inggris berhasil unggul lebih dulu di menit ke-57 melalui eksekusi penalti Harry Kane. Tetapi pada masa injury time, Kolombia yang tampil lebih militan pada akhir babak ke 2 berhasil membuyarkan kemenangan Inggris yang telah di depan mata, melalui gol yang dicetak Yerry Mina.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *