Gejala Umum Craniosynostosis, Momok Bagi Calon Bunda

apakah Anda pernah mendengar craniosynostosis? Craniosynostosis adalah cacat lahir yang mana salah satu atau beberapa sendi di antara tulang tengkorak bayi menutup terlalu dini, sebelum otak bayi terbentuk secara sepenuhnya. Gejala umum craniosynostosis adalah tulang yang tidak bisa menyatu hingga usia 2 tahun. 

Ketika bayi Anda memiliki craniosynostosis, maka otaknya tidak dapat tumbuh dalam bentuk natural dan kepalanya akan berbentuk aneh. Craniosynostosis bisa mempengaruhi satu atau beberapa sendi di tengkorak bayi Anda. Di beberapa kasus yang terjadi craniosynostosis dikaitkan dengan masalah kelainan otak yang mendasari otak susah untuk tumbuh dengan baik. Untuk dapat mengobati craniosynostosis biasanya melibatkan operasi untuk memisahkan tulang yang menyatu. Namun jika tidak ada kelainan otak yang mendasar, operasi pasti ditujukan untuk dapat memberi ruang agar otak bayi yang mengalami craniosynostosis dapat tumbuh dan berkembang.

Berikut ini adalah pengertian craniosynostosis dan gejala umum craniosynostosis yang harus Anda ketahui.

Gejala Craniosynostosis

Tengkorak bayi memiliki total tujuh tulang dan biasanya tulang tersebut tidak menyatu sampai sekitar usia 2 tahun dengan tujuan memberi waktu agar otak bayi bisa tumbuh dan berkembang. Sendi disebut jahitan tengkorak yang terbuat dari jaringan fibrosa yang menahan tulang tersebut secara bersama-sama. di dalam bagian depan tengkorak bayi terdapat jahitan yang berpotongan di titik lemah yang besar atau sering disebut ubun-ubun pada bagian atas kepala bayi.Biasanya jahitan tetap fleksibel hingga tulang menyatu. 

Tanda dan gejala umum craniosynostosis adalah sebagai berikut.

  • Tengkorak cacat dengan memiliki bentuk yang bergantung pada jahitan tengkorak yang terpengaruh.
  • Perasaan abnormal atau hilang titik lemah pada tengkorak bayi
  • Lambat dan tidak ada pertumbuhan yang signifikan pada kepala bayi
  • Ada benjolan di sepanjang jahitan¬†
  • Peningkatan tekanan di dalam tengkorak bayi atau tekanan intrakranial.

Tanda dari craniosynostosis mungkin tidak akan terlihat pada saat lahir, namun menjadi jelas selama beberapa bulan pertama kehidupan bayi.

Kapan Penderita Craniosynostosis Harus Ke Dokter

Anda harus segera memeriksakan bayi Anda ke dokter jika berpikir kepala bayi Anda tidak tumbuh secara normal atau sebagaimana mestinya dan memiliki bentuk kepala yang tidak biasa.

Penyebab Craniosynostosis

Craniosynostosis sering dikelompokkan sebagai nonsyndromic atau syndromic. Craniosynostosis nonsyndromic adalah salah satu jenis yang paling umum dari craniosynostosis dan penyebabnya hingga saat ini tidak dapat diketahui. Craniosynostosis syndrome adalah komplikasi yang disebabkan oleh sindrom genetik tertentu seperti sindrom Apert, sindrom Pfeiffer dan sindrom Crouzon yang mampu mempengaruhi perkembangan tengkorak bayi. Selain craniosynostosis kondisi lain juga dapat menyertai syndrome ini seperti misalnya cacat tangan, kelainan gigi, kaki dan masalah jantung.

Komplikasi Craniosynostosis

Bayi dengan craniosynostosis terutama mereka yang punya sindrom yang mendasari dapat mengembangkan peningkatan tekanan di dalam tengkorak atau tekanan intrakranial. Tengkorak mereka tidak mampu berkembang untuk memberikan ruang bagi otak untuk bisa tumbuh. Jika tidak diobati, maka peningkatan tekanan intrakranial dapat menyebabkan kebutaan, kerusakan otak, kejang dan kematian.

Perawatan dan Pengobatan Craniosynostosis

Kasus ringan yang dialami penderita craniosynostosis yang melibatkan hanya satu jahitan dan tidak ada sindrom yang mendasari mungkin atau tidaknya memerlukan pengobatan. Kelainan tengkorak mungkin akan menjadi kurang jelas tidak seperti pertumbuhan dan perkembangan rambut bayi. Dokter mungkin akan merekomendasikan helm khusus untuk dapat membantu dan membentuk kembali kepala bayi.

Semoga artikel tentang pengertian craniosynostosis dan gejala umum craniosynostosis dapat menambah pengetahuan Anda. Salam sehat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *